Dahsyatnya Proses Sakaratul Simpulan Hidup Yang Dialami Manusia

 Sakaratul maut merupakan kondisi di mana ruh akan dikeluarkan dari jasad atau bisa disebu Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut Yang Dialami Manusia
- Sakaratul maut merupakan kondisi di mana ruh akan dikeluarkan dari jasad atau bisa disebut sebagai proses dari kehidupan menuju ke kematian (meninggal dunia). Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat (manusia) akan meninggal, malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal. Kadang-kadang ia mengambarkan dirinya dengan jelas, bahkan kadang kala suaranya terang terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya ialah suatu tanda peringatan bahwa tidak usang lagi orang tersebut akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi peringatan semoga orang itu berkemas-kemas dengan perbekalannya.

Sedangkan bentuk malaikat maut yang tiba kelak untuk mencabut nyawa seseorang, tergantung bagaimana keimanan dan ketaqwaan orang tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila Allah bermaksud baik kepada seorang hamba, maka bentuk malaikat maut itu akan diadaptasi dengan amal salehnya sebelum mati."

Berdasarkan hadits tersebut, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang tiba kelak itu bergantung kepada tingkat kepercayaan dan amal shalehnya seseorang. Semakin banyak amal shaleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang tiba akan semakin menyenangkan. Begitupun sebaliknya, semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.

Proses sakaratul maut yang dahsyat (mengerikan)


Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda bahwa sebaik-baik perilaku pada waktu meninggal ialah ingat kepada Allah dengan mengucapkan 'lailaha illallah' (yang berarti 'tiada Illah (yang disembah) kecuali Allah'). Pada kenyataannya, amat jarang orang yang bisa mengucapkan kalimat sakral tersebut dengan keikhlasan yang mendalam. Mengapa demikian? Oke mari kita coba gotong royong menelaahnya.

Menurut para ahli, pada dikala seseorang akan meninggal, yaitu pada dikala ruh sudah hingga di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang; yang berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada dikala kritis ini, setan akan berusaha sekuat tenaga dengan banyak sekali cara mengalihkan perhatian orang yang sedang sakarat itu semoga tidak hingga mengucapkan 'lailaha illalllah'. Macam-macam nalar setan dikeluarkannya, mungkin ia bermetamorfosis menjadi bentuk ayah / ibunya / siapa-siapa yang ia cintai yang telah meninggal, atau pun ia bermetamorfosis menjadi bentuk yang menakutkan.

Semua pura-pura setan ini tujuannya hanya satu, yaitu semoga orang yang sedang sekaratul itu terlena atau takut, sehingga balasannya ia akan lupa kepada Allah Ta'ala. Oleh lantaran itu, bila kita melihat orang yang sedang sakratulmaut, maka bantulah ia dengan mentalkinnya atau membisikkan berulang-ulang kalimat 'lailaha illallah', sebagaimana petunjuk yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakratulmaut itu, dengan mengucapkan 'lailaha illallah'. Orang yang mengakhiri perkataannya  itu dengan kalimah syahadat (lailaha illallah), maka beliau akan dimasukkan ke dalam surga."

Salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yakni Umar bin Khatab radhiyallahu anhu berkata, "Ucapkanlah  kepada mereka yang sedang sakratulmaut itu 'lailaha illallah'. Mereka itu melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu."

Kemudian bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakratulmaut? Godaan setan yang berat pada dikala sakratulmaut ini, hanya sanggup di atasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena apa yang paling dicintai dan apa yang menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu napas terakhir.

Cara semoga kelak bisa mengucapkan kalimat 'lailaha illallah' di final hayat


Tak jarang orang yang sedang sekarat menolak atau menepis bila dibisikkan kalimat 'lailaha illallah' di telinganya. Hal ini terjadi lantaran dalam keadaan sekarat, nalar telah pergi, ingatan hilang; hati nurani akan mengenyampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh lantaran itu, bila kita ingin pada dikala meninggal nanti hanya ingat kepada Allah Ta'ala dengan mengucapkan 'lailaha illallah', maka pupuklah rasa cinta kepada Allah. Karena sekali lagi, dalam keadaan sekarat: nalar akan beku, sedangkan hati hanya bisa mengingat apa-apa yang kita cintai saja.

Rasa cinta terang tidak mungkin muncul dalam sekejap. Sangat tidak logis apabila mengharapkan rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakaratul maut, di mana nalar sudah tidak normal dan setan sedang menarik hati dengan seberat-beratnya godaan (godaan yang maksimal), serta tubuh menanggung rasa sakit yang luar biasa mirip ditusuk-tusuk dengan 300 bacokan pedang.

Sehingga sangat penting bagi kita dikala ini untuk memperkuat dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, dan salah satu caranya ialah dengan membiasakan berzikir mengingat-Nya. Jadikanlah Allah itu sebagai kekasih dan letakkan Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.

Kondisi ruh insan sesudah lepas dari jasadnya


Setelah ruh berpisah dengan jasab, maka ruh akan diperlakukan sesuai dengan amal perbuatannya semasa hidup, sebelum ruh  tersebut berada di alam barzakh (alam kubur) dan diberi pertanyaan. Para ulama mengatakan, sesudah selesai tanya jawab dalam kubur, maka selanjutnya ruh di alam barzakh akan ditempatkan pada tempat-tempat yang sudah disiapkan untuknya,  yaitu sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di alam dunia.

Bagi yang amal shalehnya banyak, yaitu selalu taat mengerjakan perintah-perintah Allah, maka akan menempati daerah yang sangat manis / indah, lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi yang selalu membangkang pada perintah-perintah Allah selama hidupnya (tidak mau menunaikan shalat, berbuat semaunya, dan lain-lain), maka akan mengalami penderitaan yang luar biasa pahitnya. Bagi mereka itu, alam barzah ialah benar-benar daerah derita dan sengsara.

Dalam hal ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Janganlah kau memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya mereka telah menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya."

Dengan demikian, kesadaran untuk memperbanyak melaksanakan perbuatan amal shaleh itu merupakan suatu keharusan. Percuma bila amal shaleh kita biarkan, namun harta terus dikejar hingga melimpah ruah, itu tidak akan ada artinya sama sekali sesudah mati. Harta yang telah didapatkan itu akan tinggal di dunia dan menjadi beban atas pertanggungjawaban kita di alam abadi kelak.

Kesimpulan dan pesan

Ingin saya sampaikan sekali lagi, bekerjsama mengucapkan kalimat 'lailaha illallah' dengan sepenuh perasaan ketika sakaratul maut, tidak semudah kedengarannya, kenyataannya hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup melakukannya. Hal ini disebabkan karena:
  • Pada dikala sakaratul maut, nalar atau ingatan sudah tidak berfungsi normal, bahkan sanggup dikatakan telah hilang.
  • Setan menarik hati dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan muncul di penglihatan orang yang sedang mengalami sekarat, ibarat orang-orang yang dikenal bersahabat dan sudah meninggal.
  • Rasa sakit yang amat sangat, seakan-akan ditusuk oleh 300 pedang.

Dalam keadaan payah mirip itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja, yang teringat ialah hanya apa-apa yang kita cintai dan rindukan sehari-hari. Sehingga sudah sepantasnya dan wajib bagi kita untuk bersahabat dan menanam kan rasa cinta kepada Allah yang tertanam hingga ke dalam lubuk hati.

Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk berjihad menundukkan nafsu semoga menjadi insan yang bertaqwa, sehingga kita senantiasa menunaikan amal shaleh setiap waktu. Ingatlah, kuburan (ajal) bergerak secara niscaya menghampiri kita, dan di alam abadi nanti tidak ada kesempatan bagi kita untuk kembali ke dunia.

0 Response to "Dahsyatnya Proses Sakaratul Simpulan Hidup Yang Dialami Manusia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel