Ibukota Jakarta memang menawarkan kelengkapan dari berbagai aspek, salah satunya bidang kesehatan. Kecanggihan alat-alat medis yang tersedia di rumah sakit besar memudahkan para penderita skoliosis mendapatkan penanganan skoliosis di Jakarta secara tepat dan cepat.

Penanganan Penderita Skoliosis di Rumah Sakit Jakarta

Penyakit skoliosis merupakan kondisi tulang belakang mengalami kemiringan dari waktu ke waktu. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka postur tubuh penderita akan berubah dan dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Beberapa penanganan yang dilakukan oleh rumah sakit biasanya:

  1. Pemberian obat pereda nyeri

Penderita skoliosis terdiri dari 3 kategori yakni ringan, sedang dan berat. Pasien dengan gejala ringan dapat disembuhkan secara bertahap hanya dengan pemberian obat pereda nyeri. Jenis obat yang diresepkan biasanya berupa acetaminophen atau ibuprofen.

Namun, obat pereda nyeri hanya mengurangi rasa tidak nyaman pada punggung. Jika ditemukan adanya pertumbuhan kurva kemiringan, maka dokter akan melakukan tindakan lain melalui terapi. Jenis terapi yang digunakan bergantung dari kondisi masing-masing pasien.

  1. Terapi brace atau korset penyangga

Terapi penyembuhan penderita skoliosis memiliki jenis yang berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien. Biasanya, pasien dengan kategori ringan hingga sedang bisa menggunakan brace atau korset penyangga.

  1. Pemijatan oleh ahli ortopedi

Penanganan pasien skoliosis bisa juga melalui pemijatan. Namun, terapi ini hanya bisa dilakukan ahli ortopedi bersertifikat resmi. Mengapa? Sebab, pemijatan tulang belakang tidak bisa sembarangan dan jika salah menyebabkan cedera serius.

  1. Terapi fisik secara rutin

Terapi fisik yang dimaksudkan untuk penderita skoliosis adalah latihan gerak tubuh seperti senam, pilates hingga yoga. Namun, pasien tidak bisa melakukannya sendiri tanpa terapis. Para terapis akan memilihkan gerakan yang tepat agar proses penyembuhan lebih optimal.

Tujuan dari terapi fisik ini adalah menguatkan tulang dan meningkatkan fleksibilitas. Otot-otot punggung akan lebih rileks, sehingga rasa nyeri punggung yang disebabkan oleh skoliosis berangsur-angsur berkurang. Beberapa gerakan fisik yang bisa digunakan adalah:

  • Cat Camel

Tubuh menghadap lantai, posisi tangan ke depan dengan kaki ditekuk. Tarik napas hingga bagian tulang punggung terasa naik. Buang napas dan kembali pada posisi semula. Gerakan diulangi sebanyak 10x per hari.

  • Pelvic tilt

Posisi badan tidur telentang, lutut ditekuk dan bagian telapak kaki harus menyentuh lantai. Penggung harus rata dan menempel sempurna di lantai. Otot sekitar perut dan bokong dikencangkan, tahan napas 5 detik, buang napas dan gerakan diulangi 10x /2 set/ hari.

  • Double leg abdominal press

Posisi telentang dan lutut ditekuk. Pastikan telapak kaki menempel di lantai dan kedua tangan berada di samping badan. Satu kaki diangkat dan diletakkan di atas lutut, tahan. Gerakan dilakukan secara bergantian selama 10x/ set/ hari.

  1. Operasi

Pilihan terakhir untuk menangani skoliosis, khususnya kondisi cukup parah adalah operasi. Biasanya keputusan ini diambil dokter dengan pasien yang memiliki derajat kemiringan lebih dari 40. Setidaknya terdapat 3 jenis operasi skoliosis, di antaranya:

  • Hemi epiphysiodesis
  • Fusi tulang belakang insitu
  • Hermivertebra resection

Ada banyak cara dalam menangani penderita skoliosis. Jika tingkat kemiringan cukup ringan, maka cukup diberikan obat pereda nyeri dan terapi. Sedangkan bagi penderita skoliosis kategori berat, sangat disarankan untuk melakukan operasi secepat mungkin.

Penanganan Canggih untuk Penderita Skoliosis di Jakarta

Navigasi pos